Marketing Yang Kebablasan! Social Network Sudah, SMS Udah, abis ini apa? Iklan lewat Telepati???

Monday, February 23, 2009, 2:38 in Sumpah Ini Serius - 6 Comments

Trend marketing jaman sekarang itu sangat-sangat tidak mengindahkan privasi dari konsumen. Jaman sekarang orang adalah komoditas, semua ranah informasi yang bisa dijamah dan dijadiin lahan untuk promosi dimasuki. Eneg saya sudah mencapai level hendak menyumpah serapah para bos-bos, para nyonya dan tuan yang sedang berdiskusi masarin produk itu.

Ngomel-ngomel saya ini sebenernya sudah bermula dari invasi, tiap lima menit sekali ada iklan gratis di dua henpon yang saya pegang, tatittatut,… buru2 lari dari kamar mandi, takutnya SMS penting, keluar kamar mudho blejet, lha dalah isinya “Menangkan paket liburan ke hongkong bersama kami”,.. SONOOOO LIBURAN KE HONGKONG SAMA NENEK MOYANGMUUUUU!!!!,.. muaaf2 kalo saya terdengar kasar. Saya rasa yang pengen nyumpah serapah bukan saya saja.

Ini saya kasih alesan kenapa para advertiser agar jangan ngiklanin produknya lewat mobile text alias SMS.

  • Seberapa banyak orang yang nerima SMS iklan anda dengan senyum, gembira dan menghargai informasi, dengan yang cemberut, menyumpah serapah, atau malah makin benci.
  • Unsegmented – Darimana anda tau bahwa anda SMS ke orang yang membutuhkan? Sampeyan jualan tiket pesawat terbang, yang sampeyan kirimi simbah saya yang naik delman aja 1 bulan sekali. Buang2 uang
  • 160 karakter itu cukup untuk blasting informasi, tapi tidak cukup kuat untuk memberi kekuatan membeli, kecuali isinya diskon ya,.. Tapi ya masa sampeyan mau terus2an diskon?
  • Tahukah anda, bahwa SMS / Nomer hp itu tidak seperti televisi, karena subscriber bayar untuk layanannya, maka subscriber punya hak sepenuhnya untuk menuntut operator yang memberi iklan tanpa subscriber mendaftar, ini adalah bentuk invasi privasi. Silahkan googling, text SMS law, atau SMS law Attorney. Selain operator, pengiklan juga bisa dituntut 🙂 seperti yang anda tau, kerugian imateriil itu valuenya suka bikin geleng2

Nah ok, itu baru SMS, tadi kan saya sebutin marketing to, nah sekarang bentuk marketing lain yang mulai bikin orang gendeng. Ituloh yang seperti ini “SILAHKAN CARI TEMEN SEBANYAK BANYAK NYA DI FACEBOOK, YANG PALING BANYAK KITA KASIH HENPON LOHHHH,…” aje gile!!! kontes banyak2an temen!

Ini mulai membuat facebook berasa seperti friendster, orang gak kenal ngeadd, kalo tujuannya cari temen, “friends with benefit :P”, atau apapun lah, yang penting gak jadi bikin orang brutal sih gapapa, tapi beberapa hari ini frekuensi orang gak kenal nge-add, dan waktu saya tanya uhmm kenal dari mana atau ini siapa ya, jawabannya sangat sederhana “udah add aja, dukung gue buat menang lomba,..” jawaban saya juga sangat sederhana

LOMBA BIBIRMU NDOMBLE!

Masalahnya, setelah dia ada circle kita, maka temen kita akan bebas memberikan invite apps, bebas komen, ngetag foto, nulis di wall dsb. Holy crap! (nada suara walter – jeff dunham)

Kalo saya tanya apa sih keuntungannya bagi advertiser yang membuat lomba ? Mendingan mereka mensponsori komunitas/group beserta aktivitasnya. Selain lebih mengena, dan bisa selektif langsung ke kegiatanya, new wave marketing nya dapet gitu loh. Saya rasa yang bikin program salah mempersepsikan crowd combo nya marketing Hermawan Kartawijaya deh, instead of making / supporting communities to gain Crowd combo (co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation) they break the trust to the community it self.

I might be wrong 🙂 but wtf,… I’m fed up with those ads! Kalo saya Ki Joko Bodo, Mbak Sulastri, Mas Agus ahli pesugihan dan semua master sakti dari majalah liberty bisa memasuki ranah telepati, mungkin dibayarin + dibisnisin jugak kali.

Bayangkan sampeyan papasan sama mbak2 ca’em di kerfur ternyata dia marketing nya sabun kodok dan sambil jalan, sampeyan ngeliat matanya, terpikat senyumanya, tiba2 otak anda menerima pesan “sabun kodok, membuat wanita bertekuk lutut, melenguh dan melambai,..”

NGOENG NGOENG NGOENG!

Alarm kasir bunyi, sampeyan ditangkep satpam, ngintil mbak2, sambil bawa belanjaan belum dibayar. Di arak keliling kerfur. Berhenti menginvasi privasi suscriber!!!!!!

You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Marketing Yang Kebablasan! Social Network Sudah, SMS Udah, abis ini apa? Iklan lewat Telepati???”

  1. pipu said on Monday, February 23, 2009, 3:03

    RESPON SEBANYAK-BANYAKNYA DAN DAPATKAN SEPASANG SANDAL JEPIT, GRATIS!

    hahaha… ilmu periklanan dan pemasaran di Indonesia masih dalam proses belajar kok.. Budaya beriklan juga masih bayi di bandingkan di Amrik yang udah buyut… bayangin aja, masih bayi tapi tiba-tiba dikasih teknologi kayak TV, henpon, internet.. ya jelas kelabakan.. kacrut memang, tapi, ya begitulah adanya..

  2. pipu said on Monday, February 23, 2009, 3:05

    RALAT: “dibandingkan” bukan “di bandingkan”… dumbass!

  3. test said on Monday, February 23, 2009, 16:05

    test

  4. Ran said on Friday, February 27, 2009, 9:19

    Bloody hell! Kok gue gag pernah dapet ya? Wah gag gaul ne marketingnya.

  5. nasgorkam said on Saturday, February 28, 2009, 4:47

    tapi pip, kalo masyarakatnya udah gerah dan gak bisa menolerir apa yang diperbuat advertisernya gimana dong ?

  6. pipu said on Monday, March 2, 2009, 9:18

    Ya tinggal pinter-pinternya advertiser beriklan tanpa terkesan sedang beriklan. Lagi pula, selama proses demand and supply masih berjalan, advertising akan tetap ada. Selama orang masih berkomunikasi, ilmu komunikasi juga tetap akan dipakai. Gitchu.

Leave a Reply